ADMINISTRASI SERVER (AS)

MODUL

ADMINISTRASI SERVER

XII TKJ 5

Disusun Oleh:
YUNITA SARI
Pembimbing

Aldhias Rizky Januar, S.Kom

Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan
SMK PGRI WLINGI
2018 / 2019

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami
tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang
kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah rancang bangun jaringan .
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah
ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru
produktif administrasi server , Bapak Aldias yang telah membimbing kami dalam menulis
makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Blitar, 8 Januari 2019

BAB 1
Samba Server

A. Sejarah Lahirnya Samba
Bertahun lalu, di masa awal PC, IBM dan Sytec mengembangkan sebuah sistem
network yang disebut NetBIOS (Network Basic Input Operating System). NetBIOS
merupakan software yang menyediakan interface antara program dan hardware network.
Pengalamatan dalam NetBIOS menggunakan nama 16 bit yang sekarang dikenal sebagai
NetBIOS Name. Di dalam lingkungan Windows NT, NetBIOS Name disebut juga Computer
Name.
Kemudian Microsoft menambahkan sebuah feature berupa I/O redirection, sehingga sebuah
resource local (printer, hard disk) bisa diakses melalui network oleh komputer lain, dengan
bentuk, bau dan rasa seperti recource local di komputer yang sedang mengakses tersebut. Jika
anda pengguna LAN Manager atau MS-DOS Client, anda tentu familiar dengan command
“Net use drive: \computer name\share name” atau pengguna Windows dengan perintah Map
Network Drive. Keduanya membuat satu remote resource di komputer yang menjalankan
perintah tersebut seolah-olah berada di komputer itu.

Microsoft menyebut penambahan feature ini sebagai NetBEUI. Hal ini yang kemudian
disalah artikan bahwa NetBEUI merupakan protokol standar dalam lingkungan network dari
Microsoft. Padahal nama dari I/O Redirection dari NetBEUI adalah SMB (Server Message
Block) atau menurut istilah Microsoft CIFS (Common Internet File System). Keterangan
lengkap mengenai protokol SMB ini bisa dibaca di RFC 1001 dan 1002.
Dalam protokol standar LAN Manager dan Windows (NetBEUI, alias SMB, alias CIFS), hal
terpenting yang menjadi urat nadinya adalah kemampuan file dan print sharing, serta
kemampuan browsing. Kemudian dengan munculnya NT, ditambahkan dua feature tambahan
yaitu authentication dan authorization untuk setiap servis yang akan diakses. Jadi jika kita
bicara NetBEUI, sebenarnya ada 2 komponen yang terdapat di dalamnya; (1) NetBIOS
sebagai pengenal komputer yang satu dengan lainnya dan (2) I/O Redirection sebagai fasilitas
untuk memberikan share dan mengakses shared resources komputer lain.
Bulan Desember 1991, merupakan sejarah kelahiran Samba Server, yang dibuat oleh
seorang Andrew Tridgell, mahasiswa PhD (Doktor) Ilmu Komputer di Australian National
University (ANU), Canberra, Australi. Singkatya, tahun 1992 project Samba dibuat untuk
mengatasi persoalan yang muncul dikala dia hendak menghubungkan komputer miliknya
(Linux) dengan komputer (Ms.Windows). (Sebenarnya samba telah dibuat sebelumnya namun
belum diporting ke Sistem Operasi Linux. Tahun 1992, merupakan awalnya berdiri team
Samba yang pada waktu itu beranggotakan Jeremy Allison, Jochen Hupert, Matthew Harrell,
Frank Varnavas dan beberapa hacker lain yang tersebar diseluruh dunia.
B. Pengertian samba
Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem Operasi
Linux untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Ms. Windows dan Linux.
Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan Linux, Samba juga merupakan
salah satu protokol yang digunakan di Sistem Operasi Linux untuk melayani pemakaian data
secara bersama-sama.
Apa kira-kira yang menjadi dasar pengembangan Samba? Sebenarnya yang menjadi dasar dari
pengembangan Samba adalah protokol SMB yang merupakan singkatan dari Server Message
Block yang merupakan protokol standard yang dikeluarkan oleh Microsoft yang digunakan
oleh Windows. Fungsi SMB dalam Windows adalah sebagai protokol yang digunakan untuk
membagi data, baik dari perangkat CD-ROM, hard disk, maupun perangkat keluaran seperti
printer dan plotter untuk dapat digunakan bersama-sama.

Berikut adalah beberapa pengertian dari SAMBA :
a. Samba adalah program yang dapat menjembatani kompleksitas berbagai platform system
operasi Linux(UNIX) dengan mesin Windows yang dijalankan dalam suatu jaringan
komputer. Samba merupakan aplikasi dari UNIX dan Linux, yang dikenal dengan
SMB(Service Message Block) protocol. Banyak sistem operasi seperti Windows dan OS/2
yang menggunakan SMB untuk menciptakan jaringan client/server. Protokol Samba
memungkinkan server Linux/UNIX untuk berkomunikasi dengan mesin client yang
mengunakan OS Windows dalam satu jaringan.
b. Samba adalah sebuah software yang bekerja di sistem operasi linux, unix dan windows yang
menggunakan protokol network smb (server massage block). Smb adalah sebuah protokol
komunikasi data yang juga digunakan oleh Microsoft dan OS/2 untuk menampilkan fungsi
jaringan client-server yang menyediakan sharing file dan printer serta tugas-tugas lainnya
yang berhubungan.
Perbedaan smbd dengan nmbd
Sebenarnya Samba disusun atas dua damon, yatu smbd dan nmbd. Smbd adalah daemon
yang secara nyata menangani servis sharing file sistem dan printer untuk klien. Pada saat
sebuah klien melakukan autentikasi, smbd akan membuatkan duplikat dirinya, bagian asli
akan kembali ke port 139 untuk mendengarkan permintaan baru dan bagian duplikat
menangani koneksi terhadap klien. Dulikat ini juga mengubah ID user efektifnya dari root ke
user yang terautentikasi. Misalnya , kalau user “smkti” melakukan autentikasi dengan smbd,
duplikat baru akan berjalan dengan permisi “smkti”, dan bukannya permisi “root”). Duplikat
ini akan berada di memory selama masih terkoneksi dengan klien.
Daemon nmbd bertanggung-jawab untuk menangani permintaan server name NetBIOS. Ia
akan mendengarkan port 137, tidak seperti smbd, nmbd tidak membuat contoh dirinya untuk
menangani setiap pertanyaan. Kedua daemon
Selain 2 daemon utama di atas, aplikasi samba juga mempunyai beberapa program
pendukung yaitu :
smbclient, aplikasi di klien dengan tampilan mirip ftp untuk mengakses SMB resource share
(mengakses share files)
smbtar, Program yang memback up data yang dishare. Mirip tar di Linux.
Nmblookup, Program yang membantu mencari nama (names lookup) dengan memanfaatkan
NetBIOS over TCP/IP. Nmblookup dapat digunakan untuk meresolve dari nama komputer ke
nomor IP dan sebaliknya.
smbpasswd, Program yang memungkinkan administrator mengatur password yang terenkripsi
yang dipergunakan oleh Samba Server.

Smbstatus, Program yang memonitor status terakhir dari share resources yang diberikan oleh
Server Samba.
Testparm, Program kecil untuk melakukan proses debug (memeriksa parameter) terhadap file
konfigurasi Samba (smb.conf)
Swat, Samba Web Administration Tool, program bantu yang memberikan interface model
web untuk mengadministrasi Samba. SWAT mempermudah edit smb.conf (file konfigurasi
Samba) mengatur resource share, melihat status Samba terakhir, dengan dukungan file help
yang sangat bermanfaat.
C. Fungsi dari Samba Server
a. Menghubungkan antara mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows. Sebagai perangkat
lunak cukup banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh samba software, mulai dari
menjembatani sharing file, sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver,
sebagai gateway, mail server, proxy dan lain-lain. Fasilitas pengremote seperti telnet dan ssh
juga tersedia. Salah satu keunggulan lainnya adalah adanya aplikasi pengaturan yang tidak lagi
hanya berbasis teks, tetapi juga berbasis grafis yaitu swat. Menempatkan masin Linux/UNIX
sebagai PDC (Primary Domain Controller) seperti yang dilakukan oleh NT dalam jaringan
Wondows.
b. Samba PDC (Primary Domain Controller) bertujuan sebagai komputer yang akan
melakukan validasi user kepada setiap client yang akan bergabung dalam satu domain tertentu,
dengan kata lain hanya user yang terdaftar yang diijinkan masuk ke domain tersebut dan
mengakses semua fasilitas domain yang disediakan.
c. Dapat berfungsi sebagai domain controller pada jaringan Microsoft Windows.
D. Keunggulan SAMBA
a. Gratis atau free
b. Tersedia untuk berbagai macam platform
c. Mudah dikonfigurasi oleh administrator
d. Sudah terhubung langsung dengan jaringan
e. Mudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan administrator
f. Mempunyai performa yang maksimal.
g. dan jarang ditemui masalah dalam penggunaannya di jaringan
h. Dapat diandalkan karena jarang terjadi kesalahan.

E. Prinsip dan Cara Kerja Samba
Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background: SMBD dan NMBD.
Secara singkat dapat disebutkan bahwa SMBD adalah file server yang akan menghasilkan
proses baru untuk setiap client yang aktif sementara NMBD bertugas mengkonversi nama
komputer (NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus juga memantau share yang ada di jaringan.
Kerja SMBD sendiri diatur melalui file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Dengan membuat
file konfigurasi yang tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server, domain controller,
dan banyak fungsi lainnya.
Dengan berkembangnya TCP/IP, maka NT 4.0 menambahkan satu feature yang disebut
Windows Socket (Winsock.dll). Gunanya agar protokol NetBEUI yang tidak bisa routing,
bisarun-over protokol yang bisa routing seperti TCP/IP. Para pengguna Novell Netware
mungkin familiar dengan istilah “IPX encapsulated with TCP/IP”., nah seperti itulah proses
NetBEUI yang run over TCP/IP. Di sini letak keunggulan Samba, karena setiap proses RPC
(Remote Procedure Call) membutuhkan satu protokol transport, maka begitu kita install
protokol TCP/IP di Windows, kemudian kita jadikan IP address Samba sebagai WINS
(Windows Internet Name Server) dari komputer itu, maka… voala… Windows akan
menganggap mesin LINUX kita sebagai Windows.
WINS itu sendiri tidak lain adalah NetBIOS Name Service (NBNS). Yang melakukan proses
Name Resolution dan Browsing. Memang, WINS = NBNS, yang merupakan servis di mana
NetBIOS Name di-resolve ke IP address, mirip seperti DNS (Domain Name Service) yang
me-resolve IP adress ke host name.

F. Instalasi Samba Server

  1. Siapkan computer dengan OS XP yang nantinya akan menjadi client dan software
    VirtualPC dengan OS Debian 6 yang akan menjadi server samba.
  2. Sebelum VirtualPC dihidupkan, aturlah network adapter VirtualPC anda menggunakan
    seting bridge yang diarahkan ke eth0. Caranya adalah klik kanan pada tab Debian 6 lalu pilih
    Settings –> Hardware –>Network Adapter –> Bridged –> OK
  3. Kemudian aturlah IP address pada computer fisik sesuai dengan skenario, yaitu 192.168.5.4
  4. Hidupkan VirtualPC, lalu atur IP address sesuai skenario, yaitu 192.168.5.3
  5. Lakukan uji coba koneksi dengan ping dari komputer fisik ke VirtualPC. Pastikan kedua PC
    tersambung sempurna.
  6. Lakukan ping juga dari VirtualPC ke komputer fisik. Pastikan kedua PC saling terhubung.
  7. Jika telah selesai menghubungkan computer fisik dengan VirtualPC. Langsung saja kita
    mulai instalasi samba server, langkah pertama adalah menginstal paket apt-get install samba
    samba-client swat
  8. Jika dalam proses instalasi anda ditanya Do you want to continue [Y/n]? ketiklah y lalu
    tekan enter
  9. Dalam proses instalasi kita akan diminta untuk mengisikan workgroup, isikan saja
    workgroup sesuai keadaan yang ada.

10.Tunggu sampai proses instalasi selesai.

G. Konfigurasi Samba Server

  1. Buatlah sebuah folder(direktori), missal /home/tekaje/sharing. Caranya adalah masuklah
    dimana anda akan membuat folder lalu buatlah folder dengan cara ketik mkdir sharing
    kemudian tekan enter. Lalu ubah mode direktori menjadi 777 dengan cara ketikkan perintah
    chmod –R 777 sharing dan tekan enter.
  2. Untuk mengakses folder samba, kita memerlukan user khusus. Untuk itu kita perlu
    membuat user samba. Caranya adalah ketikkan perintah useradd nama_user, karena disini saya
    menggunakan nama user siswa maka perintah yang dijalankan adalah useradd siswa lalu tekan
    enter. Setelah membuat user, kita juga harus membuat password caranya ketikkan smbpasswd
    –a siswa lalu enter. Kemuadian masukkan password yang anda inginkan.
  3. Berikutnya kita siapkan konfigurasi sharing untuk direktori /home/tekaje/sharing. Untuk
    membuka file konfigurasinya adalah nano /etc/samba/smb.conf
  4. Setelah file terbuka, padzinkan untuk dibaca sajaa akhir file tambahkan sintax berikut:

Untuk menyimpan file konfigurasi tekan Ctrl+o lalu untuk keluar tekan Ctrl+x

  1. Setelah selesai dengan file konfigurasi, restartlah samba dengan perintah /etc/init.d/samba
    restart
  2. Untuk menguji samba server bukalah file manager pada computer fisik, kemudian akses
    alamat \192.168.5.3
  3. Saat kita diminta untuk memasukkan username dan password, isikan sesuai user yang
    telah dibuat pada awal tadi.
  4. Jika saat konfigurasi samba dalam file smb.conf tertulis writeable = no maka, saat kita
    membuat suatu file atau folder maka akan muncul pesan peringatan seperti dibawah ini.

H. Pengujian Samba Server
Buka mykomputer pada computer anda
Selanjutnya ketikan IP Address server
Maka akan muncul permintaan login
Logiiinlah sesuai user dan password yang dibuat

Setelah berhasil login maka aka nada tampilan seperti dibawah ini .

BAB 2

VPN (Virtual Private Network)

A. Pengertian
VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu
jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik). Disebut
dengan Virtual Network karena VPN menggunakan jaringan Internet sebagai media
perantaranya alias koneksinya bukan secara langsung. Dan disebut Private Network karena
VPN bersifat pribadi maksudnya VPN Server
hanya orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya.

Tunneling Protokol
Pada dasarnya jaringan komputer menggunakan sebuah tunneling protokol saat data dalam
protokol HTTP di-enkapsulasi (dibungkus) dalam protokol SSL sebagai payload. Secara
sederhana tunneling berarti mengirimkan data melalui koneksi lain yang sudah terbentuk.
Sebagai contoh saat Anda membuka situs internet banking, pasti dalam awalan akan
terdapat URL “https”, yang itu sebenarnya adalah data dalam protokol HTTP yang dikirimkan
melalui koneksi dengan protokol SSL, atau “HTTP over SSL”. Dalam bahasa gaulnya “HTTP
digendong SSL”.
Point to Point Tunneling Protocol
PPTP merupakan protokol jaringan yang memungkinkan pengamanan transfer data dari
remote client (client yang berada jauh dari server) kepada server pribadi perusahaan dengan
membuat sebuah VPN melalui TCP/IP (Snader, 2005). Protokol ini dikembangkan oleh
Microsoft dan Cisco. Teknologi jaringan PPTP merupakan pengembangan dari remote
access Point-to-Point protocol yang dikeluarkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF).

PPTP merupakan protokol sebuah jaringan yang merubah paket PPP menjadi IP datagram
agar dapat ditransmisikan melalui intenet. PPTP juga dapat digunakan pada jaringan private
LAN-to-LAN. PPTP terdapat sejak dalam sistem operasi Windows NT server dan Windows
NT Workstation versi 4.0. Komputer yang berjalan dengan sistem operasi tersebut dapat
menggunakan protokol PPTP dengan aman untuk terhubung dengan private network sebagai
client dengan remote access melalui internet. PPTP juga dapat digunakan oleh komputer yang
terhubung dengan LAN untuk membuat VPN melalui LAN.
Fasilitas utama dari penggunaan PPTP adalah dapat digunakannya public-switched
telephone network (PSTN) untuk membangun VPN. Pembangunan PPTP yang mudah dan
berbiaya murah untuk digunakan secara luas menjadi solusi untuk remote user dan mobile
user, karena PPTP memberikan keamanan dan enkripsi komunikasi melalui PSTN ataupun
internet.
B. Cara Kerja
Cara kerja PPTP dimulai dari sebuah remote atau PPTP client mobile yang membutuhkan
akses ke sebuah LAN private dari sebuah perusahaan. Pengaksesan dilakukan dengan
menggunakan ISP lokal. Client (yang menggunakan Windows NT Server versi 4.0 atau
Windows NT Workstation versi 4.0) menggunakan Dial-Up networking dan protokol remote
access PPP untuk terhubung ke sebuah ISP.
Client terhubung ke Network Access Server (NAS) pada fasilitas ISP. NAS di sini bisa
berupa prosesor front-end, server dial-in atau server Point-of-Presence (POP). Begitu
terhubung, client bisa mengirim dan menerima paket data melalui internet. NAS
menggunakan protocol TCP/IP untuk semua trafik yang melalui internet.
Setelah client membuat koneksi PPP ke ISP, panggilan Dial-Up Networking yang kedua
dibuat melalui koneksi PPP yang sudah ada. Data dikirimkan menggunakan koneksi yang
kedua ini dalam bentuk IP datagram yang berisi paket PPP yang telah ter-enkapsulasi.
Panggilan yang kedua tersebut selanjutnya menciptakan koneksi VPN ke server PPTP
pada LAN private perusahaan. Koneksi inilah (melalui panggilan kedua) yang di-istilahkan
sebagai tunnel (lorong). Berikut ini gambar yang menjelaskan proses tersebut:

Tunneling pada gambar 3 adalah sebuah proses pengiriman paket data ke sebuah komputer
pada jaringan privat dengan me-routing paket data tersebut melalui beberapa jaringan yang
lain, misalnya Internet. Router-router jaringan yang lain tidak bisa mengakses komputer yang
berada pada jaringan privat. Oleh karena itu, tunnelingmemungkinkan jaringan routing untuk
mentransmisikan paket data ke komputer penghubung, seperti PPTP server, yang terhubung

ke jaringan routing dan jaringan privat. PPTP client dan PPTP server
menggunakan tunnelinguntuk merutekan paket data secara aman ke komputer yang berada
pada jaringan privat melalui router-router yang hanya mengetahui alamat server penghubung
jaringan privat.

C. Jenis-Jenis dari VPN
Ada 3 jenis jaringan antara lain:

  1. Remote VPN
    Jenis VPN ini ditujukan pada pengguna yang ingin mengakses jaringan pusat dari tempat
    yang berada di luar area pusat data dimana user dapat data perusahaan kapanpun dan
    dimanapun berada contohnya penyelia suatu perusahaan yang dilengkapi laptop untuk
    mengakses informasi di kantor pusat. Kunci dari jenis komunikasi ini adalah fleksibilitas dan
    biasanya bandwidth dan performance tidak menjadi isu yang begitu penting.
    2.Intranet VPN
    VPN jenis ini diimplementasikan pada infrastruktur jaringan diperusahaan yang memiliki
    beberapa lokasi gedung berbeda, biasanya digunakan untuk menghubungkan kantor kantor
    cabang dengan kantor pusat suatu perusahaan. Jenis VPN ini harus benar-benar aman dan
    memenuhi standar performansi dan kebutuhan bandwidth dengan persyaratan yang ketat.
    3.Extranet VPN
    Pada jenis komunikasi ini, VPN menggunakan Internet sebagai backbone utama. Biasanya
    VPN jenis ini ditujukan untuk skala komunikasi yang lebih luas melibatkan banyak pengguna
    dan kantor cabang yang tersebar.
    C. Fungsi dari VPN
    Berikut adalah fungsi dari VPN:
  2. Kerahasiaan (Confidentially) : VPN merupakan terknologi yang menggunakan jaringan
    internet atau jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian informasi atau
    data. Maka VPN memakai metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan
    menggunakan metode enskripsi itu, keamanan data akan cukup terjamin dari pencurian data.
    Walau ada pihak-pihak yang bisa menyadap data-data yang melewati jaringan internet
    maupun jalur dari VPN sendiri, akan tetapi belum tentu yang menyadap dapat membaca data
    tersebut sebab data tersebut sebelumnya telah teracak. Dapat disimpulkan dari fungsi
    confidentially ini maksudnya supaya data yang di transmisikan haya dapat diakses oleh orang
    yang memang berhak saja.
  3. Keutuhan data (Data Integrity) : VPN mempunyai teknologi yang dapat menjaga
    keutuhan informasi atau data mulai dari data tersebut dikirim kan hingga data tersebut sampai
    di tempat yang di tujunya. Sehingga data saat di perjalanan dapat terhindar dari berbagai
    macam gangguan seperti data hilang, rusak, atau dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tidak
    bertanggung jawab.
  4. Autentikasi sumber (Origin Authentication) : VPN mempunyai kemampuan untuk
    melakukan autentifikasi terhadap sumber dari pengiriman data yang akan di terimanya. VPN
    dapat melakukan pemeriksaan kepada data yang masuk dan mengakses informasi dari
    sumbernya, lalu alamat dari sumber data tersebut akan di setujui jika proses autentifikasi
    berhasil, dengan begitu VPN dapat menjamin semua data yang di kirimkan dan juga yang
    diterima berasal dari sumber yang memang benar-benar seharusnya, tidak ada informasi atau
    data yang dikirimkan oleh pihak lain dan data yang dipalsukan.
    D. Manfaat dari VPN
    Berikut adalah manfaat dari VPN:
  5. Remote Access : Maksudnya dengan menggunakan VPN kita bisa mengakses
    komputer ataupun jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke jaringan
    internet atau publik.
  6. Keamanan : dengan menggunakan koneksi VPN kita bisa browsing, searching dengan
    aman saat mengakses dunia maya atau jaringan internet publik misalnya seperti hotspot atau
    internet yang ada di cafe-cafe.
  7. Dapat menghemat biaya setup jaringan : VPN juga dapat dipakai sebagai cara alternatif
    untuk menghubungkan jaringan lokal yang cukup luas dengan biaya yang lebih rendah.
    Karena transmisi data yang digunakan pada VPN memakai media jaringan internet atau
    jaringan publik yang sebelumnya telah ada tanpa perlu membangun jaringan sendiri.
    E. Cara Kerja dan Penggunaan VPN
    Cara kerja dan Penggunaan VPN antara lain:
    VPN mendukung banyak protokol jaringan seperti PPTP, L2TP, IPSec dan SOCKS. Protokol
    ini membantu cara kerja VPN untuk memproses otentikasi.
    VPN klien dapat membuat sambungan dan mengidentifikasi orang-orang yang diberi
    wewenang di jaringan.
    Jaringan VPN juga dienkripsi akan meningkatkan fitur keamanan , hal ini juga berarti bahwa
    VPN biasanya tidak terlihat pada jaringan yang lebih besar.
    Teknologi saat ini semakin banyak mendasarkan perkembangan VPN karena mobilitas yang
    disediakan dan saat ini Virtual Private Network juga membuka jalan untuk koneksi Wi-Fi
    dan jaringan nirkabel pribadi.
    F. Kelebihan dan Kekurangan VPN
     Kelebihan:
    VPN adalah solusi biaya efektif untuk organisasi bisnis besar dengan fasilitas jaringan khusus
    Meningkatkan mobilitas organisasi dengan langsung menghubungkan jaringan rumah atau
    para pekerja yang mobile di organisasi
    Fitur keamanan dapat disesuaikan.
     Kekurangan:
    Dengan penyediaan akses ke karyawan secara global, faktor keamanan adalah risiko
    tersendiri. Hal ini juga menempatkan informasi sensitif perusahaan dapat diakses secara
    global. VPN membutuhkan perhatian ekstra untuk penetapan sistem keamanan yang jelas.

G. Tutorial konfigurasi VPN Server :
Perlu diketahui terlebih dahulu, bahwasanya vpn server membutuhkan jaringan yang
mengarah ke jaringan Internet. Untuk jaringan Internet, vpn serverpun harus menggunakan Ip
Public, agar bisa diakses dari mana saja, tetapi kali ini hanya akan menggunakan ip local saja
atau private ip , aplikasi untuk membuat vpn server ada beberapa seperti : openvpn ,pptp dll
yang anda bisa cari sendiri di internet ,dalam konfigurasi kali ini saya akan mengunakan pptp
untuk membuat vpn server .
Berikut langkah-langkahnya :

  1. pertama-tama silahkan masukan perintah .

apt-get install pptpd

  1. Selanjutnya anda harus mengkonfigurasi vpn anda, ada 3 buah file yang harus anda
    konfigurasikan yaitu “/etc/pptpd.conf”, “/etc/ppp/pptpd-options”, dan “/etc/ppp/chap-secrets”
    pertama masukan perintah berikut untuk mengkonfigurasi file /etc/pptpd.conf

Pada akhir file konfigurasi atau yang terbawah tambahkan beberapa baris berikut ini
localip 192.168.100.2
remoteip 192.168.100.3-238,192.168.0.245

Simpan dengan menekan Ctrl+X => Y => Enter

  1. Kemudian masukan perintah :

nano /etc/ppp/pptpd-options

lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini

Pada bagian paling bawah tambahkan baris berikut
ms-dns 192.168.100.2
nobsdcomp
noipx
mtu 1490
mru 1490

Simpan dengan menekan Ctrl+X => Y => Enter

  1. kemudian edit file /etc/ppp/chap-secrets dengan perintah

nano /etc/ppp/chap-secrets

Pada file konfigurasi ini adalah untuk membuat username dan password untuk login vpn
client pada windows atau linux tambahkan beberapa baris berikut ke bagian palingbawah file
konfigurasi :
aku * aku *

Formatnya aku [tab] * [tab] aku [tab] * ,maka akan seperti dibawah ini

Setelah itu simpan, tekan Ctrl+x => Y => Enter

  1. Kemudian restart service pptpd dengan perintah

service pptpd restart atau # /etc/init.d/pptpd restart

  1. Sekarang coba pada Client, masuk ke Control Panel => Klik Set Up a New connection or
    Network .
  2. Maka akan muncul jendela baru seperti gambar dibawah, Pilih Connect to a WorkPlace =>
    Next .
  3. Pilih yang Use my Internet Connection (VPN) .
  4. Masukkan nama Koneksi dan IP Server atau Domainnya => lalu Create .
  5. Klik Server1 (nama koneksi yang tadi dibuat) .
  6. Kemudian akan muncul jendela baru, Klik Connect pada Server1 .
  7. Lalu akan muncul jendela baru, anda diminta untuk memasukkan Username dan Password
    yang tadi dibuat .
  8. Jika sudah Terkoneksi maka sudah BerhasIL
  9. Selesai

BAB 3

STREAMING SERVER

A. Pengertian Multimedia Streaming Server
Streaming Server adalah sebuah web server atau aplikasi yang terinstal di dalam sebuah server
yang digunakan untuk menjalankan file video atau audio secara real-time atau streaming di
internet.
Streaming server mengizinkan kita untuk meletakkan file-file audio atau video secara terpisah
dari web server yang kita jalankan. Situs-situs yang menyediakan layanan streaming video
atau audio menggunakan streaming server untuk menjalankan layanannya. Contoh situs-situs
yang menggunakan streaming server di antaranya Youtube, Metacafe, dan Megavideo.
B. Protokol Streaming
 UDP (User Datagram Protocol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor
TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi
(connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini
didefinisikan dalam RFC 768.
 MMS (Microsoft Media Services)

MMS ( Microsoft Media Server ) adalah protocol yang digunakan untuk mendistribusikan
streaming windows media yang dikembangkan oleh Microsoft . Dukungan codec yang dapat
didistribusikan melalui protocol ini adalah WMA dan WMV. Namun saat ini Microsft
windows media server telah dapat pula mengggunakan protocol RTSP dengan meridirect
protocol HTTP yang dimiliki oleh MMS . Port default nya adalah 1935.
 RTSP/RTP (Real Time Streaming Protocol/Realtime Transport Protocol)
Real-time Transport Protocol (RTP) didefinisikan sebagai standarisasi paket untuk
mengirimkan audio dan video pada jaringan IP. RTP digunakan untuk komunikasi dan sistem
entertain yang termasuk didalamnya streaming media seperti telepony, aplikasi video
teleconfrence dan web yang memiliki fitur berbasis push-to-talk.
 Unicast
Unicast adalah satu – ke satu koneksi antara klien dan server. Unicast menggunakan metode
pengiriman IP seperti protokol kontrol transmisi (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP),
Multicast atau protokol berbasis sesi. Ketika klien Windows Media Player menyambung
menggunakan unicast ke server Windows Media, klien yang memiliki hubungan langsung ke
server. Setiap unicast klien yang menyambung ke server mengambil bandwidth tambahan.
 Multicast
multicasting adalah sebuah teknik di mana sebuah data dikirimkan melalui jaringan ke
sekumpulan komputer yang tergabung ke dalam sebuah grup tertentu, yang disebut sebagai
multicast group. Multicasting merupakan sebuah cara pentransmisian data secara
connectionless(komunikasi dapat terjadi tanpa adanya negosiasi pembuatan koneksi), dan
klien dapat menerima transmisi multicast dengan mencari di mana lokasinya, seperti halnya
ketika kita membuka sebuah stasiun radio untuk mendengarkan siaran radio. Multicast
sebenarnya merupakan mekanisme komunikasi one-to-many, atau point-to-multipoint, dan
berbeda dengan cara transmisi unicast.
C. Langkah Kerja
· Langkah kerja dari video streaming adalah sebagai berikut
· Client mengirimkan permintaan streaming video atau audio ke web server,
· Web server meneruskan permintaan client ke streaming server,
· Streaming server memproses permintaan client,
· Streaming server mentransmisikan file video atau audio yang diminta kepada client secara
langsung tanpa melalui web server,
· Klien dapat menjalankan file video atau audio yang diminta.

D. Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan Streaming Server
 Keuntungan
a. Pengguna yang sedang melihat video bisa meloncat ke waktu tertentu dalam video tanpa
harus menunggu buffering video secara keseluruhan.
b. Tidak ada data yang disimpan di dalam komputer pengguna sehingga keamanan file
pengguna lebih terjamin.
c. Streaming ini membutuhkan bandwidth yang lebih sedikit daripada download biasa
karena pengguna tidak harus men-download video secara keseluruhan.
d. Proses streaming ke banyak klien dapat dilakukan dari satu jalur streaming.
 Kekurangan streaming server:
a. Hanya dapat dilihat pada saat online.
b. File dihapus setelah dimainkan (tidak dapat dimainkan kembali secara offline).

E. Beberapa Contoh Software Streaming server
Ternyata software streaming server ini sangat banyak, tidak cuma DSS saja. contohnya :

· Darwin Streaming Server
· Adobe Flash Streaming Server
· VideoLAN Client (VLC)
· Icecast
· PlayOn
· SHOUTcast
· dan lain lain.

F. Peralatan
· Sebuah komputer sebagai client
· Sebuah komputer sebagai server
· Hub/switch sebagai penghubung jaringan
· Kabel jaringan secukupnya
G. Installasi Multimedia Streaming Server
Sebelum melakukan installasi Multimedia Streaming Server, install terlebih dahulu

KLIK DISINI JIKA INGIN MENDOWNLOAD FOLDER ADMIN SERVER

https://drive.google.com/file/d/1cqMd_uyqhsjGxj21mHWBKwOKOpNyotgo/view?usp=sharing

Tinggalkan komentar